Selasa, 08 November 2016

Komunikasi Produktif, Pijakan Penting dalam Pendidikan Keluarga

Resume webinar bunda sayang#1

Komunikasi Produktif, Pijakan Penting dalam Pendidikan Keluarga


SUKSES = ABNORMALITY

Ibu sebagai pengemban amanah:

Ilmu pendidikan anak dan keluargaPeningkatan kualitas diri sebagai individu, ibu dan istri

Apa yang biasa dilakukan ibu-ibu kebanyakan, kita berikan nilai tambah.

Jika normalnya ibu merupakan seorang yang multitasking, maka jadilah ibu yang memprioritaskan 1 tujuan utama. Semisal, pilih antara :

▪ANAK YANG BENAR-BENAR TERDIDIK  ( ✔)
▪SAJIAN MAKANAN YANG SELALU SEGAR SETIAP SAAT   (    )
▪RUMAH YANG SELALU RAPI  (    )

Investasikan waktu untuk belajar -->  BONUS WAKTU

Orang lain tidak belajar mendidik anak, kita BELAJAR --> BEDA

HUKUM PARETO 80:20

80 = yang dilakukan oleh kebanyakan orang.
20 = abnormal positif dan negatif. Jika kita lakukan abnormal positif (10), maka akan sukses melebihi yang lain.

Hasil adalah hak Allah. Tugas kita adalah MELAKUKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.

MENTAL WARRIOR

Mr. Ah Bad. Setiap kita beraktivitas, dicari2 sisi negatifnya.

Mr. Cold Water. Dingin dg aktivitas kita. Apatis. Responnya membuat kita tidak bersemangat.

Mr. Lose Lose. Menyerah dengan keadaan.

Ketiga orang ini ada di sekitar kita atau bahkan di DALAM DIRI KITA. SELESAIKAN

REMEMBER :

FOR THINGS TO CHANGE, I MUST CHANGE FIRST

Buat perbandingan diri kita sekarang dengan diri kita yang dulu, bukan membandingkan diri dengan orang lain. Pun juga dengan keluarga dan anak.

PROBLEM = CHALLENGE. Membiasakan diri untuk menguatkan diri

CHOOSE YOUR WORDS

Words represent the way you think. Kata-kata akan menunjukkan bagaimana jalan pikiran kita.Words brings energy. Kata-kata akan membawa energi. Jika kita bicara masalah, maka aura kita akan mengisyaratkan jatuh. Jika mengatakan tantangan, mata akan berbinar dan semangat menyelesaikan.Words = You. Kata-kata mencerminkan kepribadian kita.

PROTECT YOURSELF

SWITCH! Sesuatu yang ada di diri kita tidak akan dapat berjalan jika tidak dikatakan.

CANCEL CANCEL GO AWAY!

Mengingat suatu hal yang menyedihkan/membuat trauma, akan membuat semakin sedih. Harus dihentikan, diganti dengan hal-hal yang menyenangkan bagi diri kita.

THE MAGIC COMMUNICATION

Fokus pada solusi, bukan pada masalah. Misal, anak memecahkan gelas kesayangan kita. Jika anak tersebut membawa gelas lagi, katakan hati-hati, suruh fokus dan konsentrasi. Bukan dengan mengingatkannya kembali dengan kesalahannya yang dulu. Jangan-jangan nanti jatuh lagi, gagal lagi. Komunikasi produktif ibu akan menguatkan kepercayaan diri anak.Ganti TIDAK BISA menjadi BISA. Tidak ada kegagalan, yang ada hanya hasil yang salah.Katakan apa yang kita inginkan, bukan apa yang tidak kita inginkan. Nak, ibu ingin kamu paham dengan kondisi keuangan keluarga kita. Bukan dengan terus mengeyel.Fokus ke masa depan, bukan masa lalu. Evaluasi dilakukan saat mau memulai projek baru. Untuk memperbaiki projek ke depan. Jika anak melakukan kebaikan, ingatlah. Jika anak melakukan kesalah, tegur dan jangan diingat-ingat.                            

THE MAGIC WORD

Anak tidak memahami kata JANGANKeep Information Short and Simple(KISS)Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan. Nadanya harus benar. Jika mengkritik, sampaikan dengan tegas, tidak perlu sayang2an dulu. Misal,”Sayang, tidak boleh ya Nak..” Setelah mengkritik, baru sampaikan kalau kita melakukan hal tersebut karena sayang pada anak. Jangan mengelus sambil mengkritik. Nanti malah kritikan anda tidak digugu. Tidak ada perubahan mengindikasikan bahwa metode mengkritik anda kurang tepat. Pujian merupakan suatu hal yang membuat anak menjadi bangga.

Marah : disertai emosi. Tidak ada solusi dan kritikan yang membangun. Pitch tinggi, jantung berdebar.

Kritik : Ada logika yang jalan. Nak, ibu sudah bilang, bahwa ini harus diletakkan di tempatnya, Sekarang kamu lakukan perintah ibu.

Di akhir kritik, katakan kalo ibu sayang dan rangkul anak

Kendalikan suara dan gunakan suara ramahSeringlah memberi kejutan  menarik ke anak. Anak pulang sekolah beri kejutan. Contoh : Selamat! Kakak layak mendapatkan hadiah. Tiga langkah ke depan, serong ke kiri blablabla, ternyata sampai kulkas. Di kulkas ada eskrim. Diberi tulisan ANDA LAYAK MENDAPATKAN HADIAH KARENA TELAH MEMBERESKAN TEMPAT TIDUR SENDIRI à dipuji karena prosesnya.

CHANGE YOUR WORDS

Masalah = TANTANGAN

Susah = MENARIK

Saya tidak tahu = SAYA CARI DULU

Yaaah… = YESS!. Berfungsi untuk mengubah suasana. Kondisi yang mengecewakan dihadapi tetap dengan positif dan melihat sisi hikmahnya

KAIDAH 2C

Clear

Gunakan bahasa yang dimengerti komunikan, KISS

Clarify

Bila ragu, tanyakan. Jangan berasumsi. Jika ortu tidak sepaham, selesaikan di kamar. Bikin daftar kata yang tidak seharusnya muncul ke anak/di hadapan anak.

Untuk menghindarkan anak dengan pengaruh komunikasi negatif dari luar, bentengi dengan penguatan. Sehingga anak dapat CLEAR n CLARIFY dan memfilter kata-kata tersebut. Jika sudah terlanjur, SWITCH dengan kalimat-kalimat pengganti.

KOMPONEN KOMUNIKASI
Verbal : 7%
Non Verbal : 93% terdiri dari intonasi 38% dan bahasa tubuh 55%

FORMULA KOMUNIKASI

 High energyIntensity of Eye ContactTransfer of Feelings Strategy

Catatan kuliah ini berasal dari webinar tadi dan rekaman webinar tahu ajaran sebelumnya. Jika belum dapat mengikuti webinarnya, ibu dapat juga membaca bukunya, materi lengkap beserta studi kasusnya.

★ Sesi penjelasan :

Jika anak merengek, itu sebab karena kita juga sering mencontohkan nada bicara yang tidak tegas dan tidak KISS tadi.
Selalu berusaha mencontohkan respon yang kita harapkan muncul pada diri anak.

Anak yang suka berteriak = ibu yang suka berteriak

The magic word :
-KISS
- JELAS dalam memberikan Pujian dan kritikan
- Gunakan kata JANGAN pada proporsi yag tepat. Yaitu..
Semua BOLEH kecuali yang TIDAK BOLEH
BUKAN
Semua Tidak boleh kecuali yang boleh.
-kendalikan INTONASI SUARA dan gunakan SUARA RAMAH
-seringlah memberi kejutan menarik untuk anak (permainan, hadiah, dongeng, surprise

Miss komunikasi pada anak terjadi karena :
• PESAN YANG TIDAK SAMPAI kalimat yang di sampaikan terlalu panjang, berbelit-belit, bermakna bias, intonasi tidak menggambarkan maksud dsb.
• PENGALAMAN MASA LALU (TRACK RECORD) selalu tidak percaya pada yg di ajak bicara (anak, pasangan atau orangtua)

Dalam berbicara gunakan kaidah 2C

CLEAR
•gunakan bahasa yg di mengerti komunikan (yg di ajak bicara)
•Kiss (keep it simple and short)

CLARIFY
•Bila ragu, tanya!
(De, suka sayur yang ibu buat tadi?)
•Dont assume!
(Ibu kira adek suka sayur yang ibu buat tadi)

Ketika berbicara pada anak, CHOOSE YOUR WORD
MASALAH = TANTANGAN
SUSAH = MENARIK
SAYA TIDAK TAHU = SAYA CARI DULU
YAAAH! = YESSS!!

Contoh :
Anak : Bu, ini mainannya bermasalah nih bu
Ibu : Wah ini tantangan buat kita, mari kita selesaikan!

Anak : Aduh pelajarannya susah Bu
Ibu : Pelajarannya menarik ini dek, ayo kita pecahkan

Anak : Bu, buku aku dimana ya Bu?
(Bukan di jawab: mana ibu tahuuu, itu kan bukumu, cari dong, mana ibu ngerti ada dimana) tapi jawab dengan
IBU : lets find out, ayo kita cari de..

Ibu : De, besok ujian di sekolah yaa?
Anak : (ajarkan denga kalimat) yessss!!!

Contoh tadi malam, dari hasil konsitensi bu septi dalam 'jelas menggunakan bahasa dan intonasi juga mencontohkan respon pada anak' ada kalimat di mana saat anaknya jatuh/terluka, mereka tidak menangis menjerit2 tapi mengambil tindakan dengan tenang

"Bu, tadi aku jatuh. Sudah aku bersihkan lukanya, tapi darahnya ga mau berhenti. harus gimana ya Bu?"

Bu Septi : "oke sini Ibu lihat dan kita obati"

★ Sesi tanya jawab :

1. Apakah penyakit/sifat merupakan gen yang bisa menurun?

Bukan gennya tapi polanya sehingga yg di contohkan yang di ikuti akhirnya membentuk sifat atau pola yg sama

2. Bagaimana jika kita marah pada gangguan anak saat ada tamu?

Mohon maaf kepada tamu untuk izin sebentar memberitahu anak. Bukan membiarkan gangguannya berlangsung. Hal itu membuat kita tidak egois dan menjadi lebih bertanggungjawab

3. Anak bicara teriak2?

Biasanya dapat dr teman atau lingkungannya
Katakan aturannya pada anak:
'Di rumah ini tidak ada yg berhasil dengan teriak/merengek"
Jika anak semakin berteriak, semakin tak di anggap
Katakan saja "silahkan nangis saja, ibu tungguin"
Kalau sudah tersedu2 tanya "sudah selesai nangisnya?"
Kalau sudah, ajak berwudhu lalu bicara baik-baik

4. Memupuk pola komunikasi dengan bayi bagaimana caranya?

Bu septi dan suami percaya, bahwa anak2 tetaplah orang dewasa hanya saja dalam tubuh yg kecil. Ajak bicara terus sejak dalam kandungan, sejak lahir bayi sudah faham berkomunikasi

5. Bagaimana komunikasi dengan pra remaja?

Mereka sudah tdk mau di dikte lagi. Komunikasi seperti dengan teman, bukan interogasi. Mulai dengan kalimat "ibu percaya padamu"

6. Anak umur 2y1m sangat agresive memukul ketika bermain?

Itu normal. Dia merasa semua tdk boleh mengganggunya, saat merasa teganggu dia merespon denga agresive. Harus di latih bicaranya, kalo pukul di tempatnya (misal bantal) bertahap lama2 faham sendiri

7. Anak usia 3.5y susah mandi

Karena biasanya orangtua komunikasi untuk mandi selalu memotong kegiatan anak yang sedang asyik2nya. Usahakan mengatakan "5 menit lagi mandi ya dek" jadi anak bisa cooling down mempersiapkan dirinya sendiri

8. Tips untuk slalu semangat seperti busepti?

Do what you love. Bahagia. Dan selalu semangat karena semagat itu menular

9. Bagaimana bicara dengan anak yg aktif

Biasanya anak yg aktif dia tipe kinestetik, maka bicara dengannya harus mengikuti geraknya.. jika dia berlari kita ikut berlari

10. Bagaimana menyikapi anak introvert?

Jika tdk suka bicara, sediakan buku harian, kertas untuk meggambar atau merekam suaranya sendiri

11. Anak2 suka berantakin rumah

Ikut berantakin saja bu, sekalian mencontohkan membereskan mainan
Ibu jad semut besar membereskan yg besar2.. anak jd semut kecil membereskan yg kecil2

12. Bagimana membuat anak anteng/diam

Mereka bisa diam jika mengerjakan atau bermain hal yg sangat menarik minat mereka, berikan..

23. Ketika anak susah di atur

Berdoalah sebanyak2nya kepada Alloh SWT karena anak titipanNYA

sumber:  http://komunitasibubelajar.blogspot.co.id/2015/08/resume-webinar-bunda-sayang1.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar