Minggu, 08 Januari 2017

KERLAP FIELDTRIP : INDONESIA INTERNATIONAL BOOK FAIR (IIBF) 2016


berfoto bersama di photo booth IIBF 2016 JCC Senayan

Pekan lalu, tepatnya tanggal 29 September 2016 KERLAP Depok menghadiri pameran buku Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016 yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
Fieldtrip KERLAP kali ini memang seru sekali, lho, paman bibi.. Karena merupakan fieldtrip dengan jumlah peserta terbanyak! Bagaimana tidak? peserta dari KERLAP saja yang hadir saat itu sekitar 40 orang tua dan 56 anak-anak. Waah.. ramai sekali.

Sekilas tentang IIBF 2016


Indonesia Book Fair (IBF) adalah salah satu pameran buku terbesar di Indonesia yang sudah terselenggara sejak 1980. Tahun 2014, Indonesia Book Fair bertransformasi, meningkatkan tarafnya menjadi Indonesia International Book Fair (IIBF). Perubahan ini sejalan dengan Indonesia yang menjadi Tamu Kehormatan di pameran buku terbesar di dunia, Frankfrut Book Fair 2015.
Dengan mengangkat tema Seni & Budaya (Art & Culture), IIBF yang telah menjadi agenda tahunan para bibliofil (penggiat dan pencinta literasi), diharapkan bisa menjadi one stop literacy activity, yaitu pusat kegiatan promosi yang komperhensif untuk mempromosikan buku, copyrights, penulis, perpustakaan dan pendidikan serta sarana promosi seni, budaya, pariwisata, dan industri kreatif.
Setelah tahun lalu Korea Selatan yang terpilih, tahun ini Malaysia menjadi Tamu Kehormatan di IIBF 2016. Hal ini dengan berbagai pertimbangan. Antara lain, kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik antara penerbit Indonesia dan penerbit Malaysia. Banyak buku Indonesia yang diterbitkan di Malaysia dan sebaliknya, buku-buku Malaysia juga diterbitkan di Indonesia. [i]


WISATA LITERASI DAN BUDAYA (LITERACY FUN FIELDTRIP)
kuis interaktif di Stand KPK

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan di IIBF dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa-siswi TK-SD yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak bahan bacaan dan kekayaan khazanah literatur serta budaya dari berbagai daerah di Tanah Air dan beberapa negara-negara sahabat  [ii].
KERLAP berkesempatan untuk mendaftar dalam kegiatan ini dan sudah mengagendakan dari 2 pekan sebelumnya. Diawali dengan membuka pendaftaran di grup untuk siapa saja yang ingin ikut, kemudian mengirimkan formulir pendaftaran kepada panitia IIBF melalui e-mail, lalu merencanakan teknis keberangkatan dan kegiatan saat hari-H. Wisata literasi untuk KERLAP dibagi menjadi dua. Sesi pagi pukul 09.00-11.00 adalah untuk KERLAP balita, sedangkan sesi siang pukul 13.00-15.00 adalah untuk KERLAP ATLIT.
Antusias dari paman bibi KERLAP untuk memberikan kegiatan yang positif untuk anak-anak sungguh luar biasa. Padahal di pekan sebelumnya, KERLAP Balita baru saja mengadakan playdate peringatan Hari Tani di Rumah bibi Delih bunda Gibral.


Rombongan peserta dari Depok baru sampai di Parkiran BIs di JCC
Pada hari kamis tanggal 29 September 2016 lalu, sekitar pukul 10 pagi, rombongan bus KERLAP yang berisi 57 orang paman bibi dan anak-anak yang berangkat dari Depok baru tiba di Senayan. Setelah bertemu dan menyapa dengan beberapa keluarga lain yang memang berangkat mandiri ke JCC, kami dipersilahkan oleh panitia berkumpul di areal foto booth di sebelah informasi. Kelelahan karena di perjalananan yang memakan waktu lama sepertinya telah terbayar dengan keceriaan berkumpul dengan teman dan antusiasme anak-anak (dan juga ayah-ibunya) yang sudah tidak sabar untuk memulai kegiatan.
Selanjutnya anak-anak dan orang tua diberi arahan untuk berkumpul di depan panggung karena akan ada pertunjukkan dongeng. Waaah,, siapa yang tidak senang mendengarkan dongeng? Maka dengan segera, lantai di depan panggung langsung penuh dengan anak-anak dan orang tua KERLAP yang duduk dengan tertib. Suasana depan panggung tambah ramai karena ternyata bukan hanya anak-anak dari KERLAP saja yang akan ikut wisata literasi, ada sekitar 3-5 rombongan dari sekolah SD dan rombongan dari komunitas Pancar.




Dongeng pertama yang dibawakan oleh Muhammad Abdul Latif atau yang akrab disapa Kak Mal, mampu membius peserta baik anak-anak maupun orang tua untuk ikut larut dalam cerita. Dongeng pertama yaitu Legenda Danau Toba. Dongeng yang diambil dari cerita rakyat tentang asal mula terbentuknya Danau Toba dan pulau Samosir di daerah Sumatera Utara ini mampu membuat penonton ikut senyum, tertawa geli, maupun menangis.
ekspresi Kak Mal membuat penonton tertawa

Rangkaian acara di atas panggung, yaitu 3 dongeng yang dibawakan oleh Kak Mal, diselingi dengan kuis-kuis berupa pertanyaan untuk dijawab penonton. Menarik sekali dibagian ini, bagaimana anak-anak KERLAP yang sebagian besarnya masih berusia 3-6 tahun berani untuk mengangkat tangannya bersama-sama anak sekolah lain, dan tidak sabar untuk maju ke atas panggung. Salut untuk paman bibi KERLAP yang berhasil menumbuhkan sikap percaya diri kepada anak-anak.
Abrisam, sebagian dari anak-anak Kerlap yang maju ke atas panggung untuk menjawab pertanyaan


Setelah mendengarkan dongeng, lalu kami diminta berkumpul dan anak-anak berbaris untuk mengikuti rangkaian acara touring ke dalam ruangan Assembly Hall. Di dalam Assembly Hall banyak terdapat stand-stand intitusi maupun penerbit buku yang berpartisipasi di IIBF 2016 ini.
salah satu stand

salah satu souvenir dari stand Arab Saudi. Kaligrafi nama anak. Diatas adalah milik Ahmad Za'im

Anak-anak KERLAP ternyata hanya diarahkan ke stand KPK. Ikutnya KPK dalam event IIBF ini, mempunyai tujuan yaitu mengkampanyekan anti-korupsi melalui literasi. Di stand KPK, anak-anak kemudian menyimak cerita lagi yang bertemakan kejujuran, dan kuis interaktif. 


 kuis interaktif di stand KPK

Ada satu diskusi menarik di grup oleh orangtua KERLAP malam setelah kunjungan kami. Yaitu, dalam kegiatan kuis interaktif, mengapa pembawa acara kuis malah sudah memberikan jawaban benar kepada penonton sebelum anak-anak menjawab sendiri? Bukankah tema cerita sebelumnya adalah tentang kejujuran? kemudian teringatlah kami pada acara-acara kuis interaktif di televisi yang sama persis seperti itu. Hehe semoga kami para orang tua di KERLAP selalu mampu memberikan contoh mengaplikasikan kejujuran di setiap gerak kami. Aamiin. Children see, children do.


Nah marilah kembali ke rangkaian acara IIBF. Setelah anak-anak selesai di stand KPK, pemandu membolahkan untuk berkeliling sendiri di sekitar area pameran. Beberapa anak ada yang tetap di stand KPK mewarnai T-shirt (terbatas hanya 10 orang), ada yang mewarnai di Stand korea, dan ada yang di area luar Assembly Hall mewarnai wayang di stand Kemdikbud.
Kaka Lascha yang berfoto dengan oppa Korea.

Foto: mewarnai di stand Korea, ditemani  Kakak yang memakai kostum kerajaan negara Korea.
mewarnai wayang dari karton terbal di stand Kemdikbud

Setelah rangkaian acara tersebut, kami beristirahat dahulu untuk kemudian berkumpul kembali pukul 14.00 di sebelah meja informasi untuk dibagikan Goodie Bag dari KPK. Maka selesai sudahlah fieldtrip Kerlap Balita ke IIBF 2016.

isi goodie bag dari stand KPK. 1 set buku cerita dan aktivitas yang sangat bagus sekali. Sticker dan gantungan kunci yang juga menarik

Sebelum KERLAP Balita meninggalkan acara, kakak-kakak dari KERLAP ATLIT pun ternyata sudah sampai juga di tempat. Rangkaian acara yang diikuti oleh KERLAP ATLIT adalah mengunjungi stand KPK seperti sebelumnya, kemudian ke Stand Arab Saudi untuk foto bareng,  Stand malaysia dimana anak-anak dibagikan Komik Upin-Ipin, lalu terakhir ke stand Korea untuk mewarnai dan foto bersama.
Alhamdulillah rangkaian acara Fieldtrip KERLAP sudah berjalan dengan baik dan lancar, semoga apa-apa yang sudah didapatkan anak-anak bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sebagai tambahan ilmu untuk lebih mengenal dunia literasi Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya.





[i] sumber: http://indonesia-bookfair.com/tentang-iibf/apa-itu-iibf/

[ii] sumber: http://indonesia-bookfair.com/tentang-iibf/proposal/

Pengalaman menjadi koordinator fieldtrip

Sebenarnya isi post kali ini lebih kepada dokumentasi hal-hal remeh temeh soal akomodasi fieldtrip. Saya jadi tahu untuk memesan bus pariwisata yang langsung ke PO bus nya, harus menyediakan DP minimal 50% dan wajib melunasinya di H-7 sebelum keberangkatan.

Beberapa PO bis yang pernah saya hubungi antara lain: BLUE STAR, KRAMAT DJATI, ARDANA TOUR (not reccomend, sangat slow response).


Nah, diantara kegalauan saya demi menyukseskan perjalanan rombongan KERLAP waktu itu, ada tawaran untuk menggunakan jasa Travel. Pemilik travelnya adalah suami dari salah satu anggota grup Kerlap.

Setelah proses tanya-tanya panjang lebar keliling luas antara saya dan Pak Joni (agen travel), akhirnya kami disarankan memakai bus MUSTIKA HOLIDAY, dengan biaya Rp2.000.000 pas. Diluar toll dan parkir. Untuk durasi pemakaian 12 Jam. Destinasi dalam kota. Tujuan kami saat itu ke JCC Senayan.

Yang menguntungkan bagi saya waktu itu adalah, pembayaran boleh dilunasi di Hari-H.
Pas sekali, karena peserta rombongan ada yang membayar tidak sesuai jadwal. Jadi, saya tidak perlu nombok banyak.
Awalnya saya agak degdegan dan was-was karena sekalipun belum pernah bertatap muka dengan agen travel nya. Dan baru PERTAMA KALI mendengar nama bus yang kedengeran kayak ada unsur mistik nya...haha Mustika sih soalnya..Tapi ternyata cukup memuaskan.


Pukul 04.00 pagi, dimana saya masih terlelap, saya ditelpon oleh driver bus yang mengabarkan bahwa beliau sudah ada di tempat kami berkumpul. Wah kereen.

Oiya, saya rangkum dengan poin-poin saja ya
Nama PO BUS                     : MUSTIKA HOLIDAY
Jumlah seat (tempat duduk)   : 59 seat (posisi 2-3 2-3)
Alamat pool                         : Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 6A, Cipinang, Jakarta Timur. Telp: 021-71652700/02171652900. email mustikamobil@gmail.com (source: kuitansi surat jalan)
Lama Pemakaian                  : 12 Jam (Pukul 05.00 - 17.00)
Destinasi                             : Dalam kota (Depok- Jakarta)
Biaya sewa                          : Rp2.000.000
Biaya Overtime                    : Rp100.000 perjam
Tip supir+kenek                   : Rp200.000 (tidak wajib, hanya inisiatif rombongan)
Parkir Gelora Bung Karno     : Rp40.000 (5 Jam 33 Menit)
Tol                                      : Rp100.000 (waktu itu saya kasih 100.000 ke supirnya, dan tidak dikembalikan)
Fasilitas bus                         : No toilet, free wifi (tapi ternyata ga nyala internetnya), ada colokan untuk charger di atas bagasi tas.

Semoga bermanfaat.


Bus mustika holiday